Email Marketing : Panduan Cara Menggunakan Secara Gratis! [2021]

Email Marketing pada Website dengan Mailchimp

Mailchimp adalah salah satu alat yang paling populer untuk pemula di Email marketing, kenapa ? karena gratis. Mailchimp memberikan kesempatan untuk kita mencicipi produknya secara gratis hingga total email yang tersimpan melebihi 2.000 orang.

Ketika sudah ada 2.000 email lebih pada akunmu, maka kamu akan mulai membayar dan harganya lumayan mahal. Kamu bisa pindah ke laynan lain seperti kirim.email yang harga perbulannya lebih murah.

Nah karena kemungkinan audiens kamu masih 0, kita paham mailchimp terlebih dahulu. Mari kita masuk ke tahapannya.

Menghubungkan Mailchimp ke Website

Mungkin kamu awalnya berpikir untuk bisa menghubungkan websitemu dan mailchimp, kamu perlu developer. Jika kamu menggunakan wordpress (platform paling populer), kamu bisa menghubungkannya tanpa bantuan developer. Berikut tahapannya :

  1. Masuk ke Mailchimp.com dan buat akun
  1. Daftar seperti biasa
  1. Konfirmasi email yang kamu gunakan
  1. Pilih “free”, untuk awal fasilitas yang diberikan sudah cukup
  1. Masuk ke bagian set-up akun di awal. Ikuti saja tahapannya.
  1. Skip hal hal yang bisa kita Skip
  1. Selamat datang di dashboard Mailchimp

Selamat, sekarang kamu sudah memiliki mailchimp. Satu langkah telah terlewati untuk memiliki ribuan email subscriber. Tahap selanjutnya kita pindah dulu ke website kita

  1. Pasang plugin Mailchimp

Tahap selanjutnya adalah menghubungkan mailchimpmu dan websitemu, kamu dapat melakukannya dengan mudah dengan plugin. Pilih plugin seperti gambar diatas, reviewnya menjelaskan mengapa saya memilih plugin yang ini.

  1. Hubungkan Mailchimp dan Website dengan API

Buka plugin yang baru kita pasang dan pilih sub-menu mailchimp. Kamu akan menemukan bahwa kamu harus memasukan API (pendek kata, ini kode agar email dan website kamu terhubung). Kamu dapat mengaksesnya dengan klik link “Get your API key here”.

  1. Buat API-mu di Mailchimp

Kamu cukup klik create API pada halaman ini, setelah itu kamu akan menemukan tampilan seperti ini.

  1. Masukan API-mu pada WordPressmu lagi

Setelah kamu memasukan API pada wordpressmu, save. Kamu akan menemukan statusmu berubah menjadi “Connected”. Websitemu sekarang sudah terhubung dengan mailchimp. Kamu sudah bisa mengumpulkan e-mail dari websitemu.

  1. Buat “Subscribe Email Form”

Agar kamu dapat mengumpulkan email dari pengunjung websitemu, kamu harus membuat form. Plugin ini membantu kamu membuat form sederhana. Kamu dapat menambahkan isian pada form kamu, kamu tinggal klik mau ditambah apa. Apakah nama ? tanggal lahir dan sejenisnya, terserah kamu. Saya akan menggunakan contoh email saja agar lebih mudah.

  1. Sebelum membuat form, ada yang harus kamu sesuaikan

Form ini secara bawaan (default) membuat calon subscriber harus melakukan konfirmasi ke email, hal ini tentu membuat panjang proses subscribe. Oleh karena itu kamu perlu ganti pilihan “Use double opt-in?” menjadi No (Hal ini dibuat untuk memenuhi syarat negara Uni Eropa terkait GDPR).

  1. Sesuaikan tulisan terkait proses subscribe Email

Kamu bisa kustomisasi tulisan yang diterima oleh subscribermu, secara bawaan mereka akan mendapatkan tulisan seperti ini

  1. Gunakan “Shortcode” untuk memasukan form

Untuk memasukan form ini pada halamanmu, kamu cukup memasukan kode ini pada halamanmu. Jangan lupa termasuk bracketnya ya -> []

  1. Coba buat halaman khusus untuk melakukan pengecekan

Kita coba saja untuk memasukan shortcode pada halaman testing

  1. Ini adalah tampilan form subscribe kamu
  1. Coba masukan email kamu untuk ini

Tulisan pada form ini belum saya sesuaikan sehingga masih ada tulisan “Please check your email inbox to confirm”

  1. Cek Mailchimp untuk melihat jumlah subscriber

Kamu akan melihat penambahan subscriber mailchimpmu. Saya memiliki 4 subscriber karena saya mencoba 3 email berbeda, sedangkan 1 lagi adalah email yang kamu gunakan untuk mendaftar.

Sekarang kamu sudah bisa mengumpulkan alamat email dari websitemu dengan mailchimp beserta pluginya. Kalau sudah mengumpulkan email, lalu apa yang perlu dilakukan ? Mencoba membuat kampanye email marketing tentunya.

Leave a Comment